Di subuh yang hangat, iseng setelah mengomentari status sahabatku
dengan bunyi yang sama "talk 2 my hand", saya malah jd terinspirasi
untuk menulis artikel ini.
Bismillah.......
Ini tentang si buah hati, si kakak, si adek.... mereka yang Tuhan
titipkan pada kita. Sudahkah kita perlakukan dengan baik? benar?
hmmmm.... tentu maksud saya standart baik dan benarnya-DIA (yg
menciptakan kakak dan adek), bukan satandart baik dan benarnya kita
(dunia).
Dunia ini pahamnya materi, jd asal sudah bajunya bagus, makanannya
penuh gizi dan mahal, sekolah "bertarif" internasional, bayarin les ini
itu, panggilin guru ngaji....hmmm rasanya cukuplah sudah mejadi orang
tua yang baik dan bertanggung jawab buat kakak dan adek. Masalahnya apa
begitu juga menurut Tuhan?? yang diinginkan Tuhan??
Biar saya nggak terlihat sok baik, sok bener.....Coba lihat dalil dalilnya di sini......
Adakah yang membicarakan materi? Setahu saya banyak membicarakan
Jiwa. Ya anak butuh di"isi" jiwanya. Karena tak penting bagi mereka
diberikan hal-hal bagus yang mahal tanpa didampingi jiwanya, hatinya.
Maaf saya tidak melarang lho yaaa.... silahkan saja membelikan hal-hal
baik bagi anak. Tetapi alangkah baiknya jika anak juga didampingi,
diberi pengertian dan diajari bersyukur dan berbagi, mencintai sesama.
Salah jika membayari uztad untuk mengajari ngaji, tapi ortunya tak
pernah terlihat mengaji....!! Anak butuh tauladan, butuh contoh dari
orang2 yg dia cintai. Dia bukan robot atau komputer yang sedang
diprogram untuk memahami sesuatu tanpa analisa. Dia mahluk sempurna yg
bisa melihat, merasakan dan menganalisa. Intinya, kita tak seharusnya
hanya melepas rupiah untuk kebutuhannya, kemudian tinggalkan dia dengan
babby sitter dirumah sementara kita bekerja dan bersosialisasi' diluar
rumah.
qw..qw.... bakal lama banget kalo dibahas, saya langsung saja akan
membahas salah satu upaya yang bisa dijadikan referensi bagi kita semua
untuk lebih memahami dan mengisi jiwanya si buah hati.
BERAMAIN BERSAMA
Kita membelikan anak segudang mainan mahal, tetapi apakah kita punya
waktu bermain bersama mereka?? Percaya tidak, yang membuat mereka
bahagia sebenarnya bukanlah "mainan"nya, tetapi keluangan waktu kita
untuk bermain bersama mereka.
Mainannya hanya sesaat saja bisa membuat mereka senang, setelah 2 hari.... BOSAN......
Saya punya tips yang bagus buat kita semua, sebisa mungkin, jangan
terlalu sering membelikan anak mainan. Itu tak akan membuat mereka
kreatif.
Dampingi mereka bermain, bahkan sebelumnya, dampingi mereka membuat
mainannya sendiri. Jangan larang mereka menggunakan gunting, jarum atau
lem. Itulah tugasnya ada kita, mengawasi agar mereka tetap aman, soal
kotor... tak apalah, nantikan bisa dibersihkan, dirapikan.
Kata sahabat saya, "Bersyukurlah anda jika kamar bermain anak
berantakan, itu tandanya mereka sehat. Bukankah kita tak ingin kamar dan
mainan yang rapi tertata karena anak kita sedang diinfus dirumah
sakit??"
Talk To My Hand, tak selamanya menggambarkan ketidak pedulian,
sebaliknya saya akan mengajak kita untuk sangat peduli, utamanya peduli
pd mereka, pada buah hati kita.
Minggu ini ajang bagus buat membuat mainan.... apalagi anak-anak
memang sedang libur..... berbekal kain flanel, lem, gunting, jarum dan
benang, mata boneka....mari ajari mereka untuk kreatif.....
Saya akan membuat boneka jari, yg kemudian akan dimainkan bersama
kakak dan adek..... ini bukan mainan perempuan, karakter bonekanya bisa
dibikin macho sekalipun, hingga tak masalah buat anak lelaki. Ini ajang
kreatifitas keluarga, ajang komunikasi dan fantasi bersama. Sesuatu yg
akan membekas dihati hingga mereka dewasa kelak. Mereka akan mengingat
hari ini sebagai salah satu hari terindah bersama ayah bundanya.
Sepanjang hidupnya.
Berikan mereka kenangan yang indah tentang kita.
Jadi, kenapa tidak kita coba? :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar