Senin, 12 Januari 2015

Talk To My Hand

     Di subuh yang hangat, iseng setelah mengomentari status sahabatku dengan bunyi yang sama "talk 2 my hand", saya malah jd terinspirasi untuk menulis artikel ini.

Bismillah.......
Ini tentang si buah hati, si kakak, si adek.... mereka yang Tuhan titipkan pada kita. Sudahkah kita perlakukan dengan baik? benar? hmmmm.... tentu maksud saya standart baik dan benarnya-DIA (yg menciptakan kakak dan adek), bukan satandart baik dan benarnya kita (dunia).


     Dunia ini pahamnya materi, jd asal sudah bajunya bagus, makanannya penuh gizi dan mahal, sekolah "bertarif" internasional, bayarin les ini itu, panggilin guru ngaji....hmmm rasanya cukuplah sudah mejadi orang tua yang baik dan bertanggung jawab buat kakak dan adek. Masalahnya apa begitu juga menurut Tuhan?? yang diinginkan Tuhan??
Biar saya nggak terlihat sok baik, sok bener.....Coba lihat dalil dalilnya di sini......

     Adakah yang membicarakan materi? Setahu saya banyak membicarakan Jiwa. Ya anak butuh di"isi" jiwanya. Karena tak penting bagi mereka diberikan hal-hal bagus yang mahal tanpa didampingi jiwanya, hatinya. Maaf saya tidak melarang lho yaaa.... silahkan saja membelikan hal-hal baik bagi anak. Tetapi alangkah baiknya jika anak juga didampingi, diberi pengertian dan diajari bersyukur dan  berbagi, mencintai sesama.

     Salah jika membayari uztad untuk mengajari ngaji, tapi ortunya tak pernah terlihat mengaji....!! Anak butuh tauladan, butuh contoh dari orang2 yg dia cintai. Dia bukan robot atau komputer yang sedang diprogram untuk memahami sesuatu tanpa analisa. Dia mahluk sempurna yg bisa melihat, merasakan dan menganalisa. Intinya, kita tak seharusnya hanya melepas rupiah untuk kebutuhannya, kemudian tinggalkan dia dengan babby sitter dirumah sementara kita bekerja dan bersosialisasi' diluar rumah.


qw..qw.... bakal lama banget kalo dibahas, saya langsung saja akan membahas salah satu upaya yang bisa dijadikan referensi bagi kita semua untuk lebih memahami dan mengisi jiwanya si buah hati.

BERAMAIN BERSAMA

     Kita membelikan anak segudang mainan mahal, tetapi apakah kita punya waktu bermain bersama mereka?? Percaya tidak, yang membuat mereka bahagia sebenarnya bukanlah "mainan"nya, tetapi keluangan waktu kita untuk bermain bersama mereka.
Mainannya hanya sesaat saja bisa membuat mereka senang, setelah 2 hari.... BOSAN......
Saya punya tips yang bagus buat kita semua, sebisa mungkin, jangan terlalu sering membelikan anak mainan. Itu tak akan membuat mereka kreatif.
Dampingi mereka bermain, bahkan sebelumnya, dampingi mereka membuat mainannya sendiri. Jangan larang mereka menggunakan gunting, jarum atau lem. Itulah tugasnya ada kita, mengawasi agar mereka tetap aman, soal kotor... tak apalah, nantikan bisa dibersihkan, dirapikan.

Kata sahabat saya, "Bersyukurlah anda jika kamar bermain anak berantakan, itu tandanya mereka sehat. Bukankah kita tak ingin kamar dan mainan yang rapi tertata karena anak kita sedang diinfus dirumah sakit??"

      Talk To My Hand, tak selamanya menggambarkan ketidak pedulian, sebaliknya saya akan mengajak kita untuk sangat peduli, utamanya peduli pd mereka, pada buah hati kita.
Minggu ini ajang bagus buat membuat mainan.... apalagi anak-anak memang sedang libur..... berbekal kain flanel, lem, gunting, jarum dan benang, mata boneka....mari ajari mereka untuk kreatif.....
Saya akan membuat boneka jari, yg kemudian akan dimainkan bersama kakak dan adek..... ini bukan mainan perempuan, karakter bonekanya bisa dibikin macho sekalipun, hingga tak masalah buat anak lelaki. Ini ajang kreatifitas keluarga, ajang komunikasi dan fantasi bersama. Sesuatu yg akan membekas dihati hingga mereka dewasa kelak. Mereka akan mengingat hari ini sebagai salah satu hari terindah bersama ayah bundanya. Sepanjang hidupnya.
Berikan mereka kenangan yang indah tentang kita.

Jadi, kenapa tidak kita coba? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar