1
Seorang pemuda duduk di ujung jalan ini ……
Tertunduk …………
Rambutnya terurai menutupi wajahnya …….
Angin gurun ini masih saja ganas menerpa …… panas…..perih mengenai kulit …..
Dia diam saja, seolah tak peduli pada lingkungannya ……..
Seolah tak peduli pada si angin yang bertambah ganas ……..
Seorang kekasih tertegun melihatnya …….
Parasnya ….. nan ayu begitu indah …
Dihampiri pemuda itu ……
……. berjongkok di depannya
Mengusap lembut rambut si pemuda …….
Pemuda itu mengangkat wajahnya, perlahan …..
Paras ayu di depannya begitu tulusnya…….
Mata beningnya indah menyejukkan jiwa ……..
“ Kamu menangis ?!”
Si pemuda berusaha tersenyum, menyembunyikan rapuh jiwanya …….
Kekasih di depannya buru-buru mengusap air mata di pipi pujaannya ini ……
“ Aku tak apa-apa “
Kekasih itu hanya tersenyum, seolah mengerti ‘rasa’ yang disembunyikan si pemuda …
Ia mengambil posisi duduk disamping belahan hantinya ini …..
Merebahkan kepalanya di bahu pemudanya ini …………
Hening sesaat ……
“ Sampai kapan kamu akan duduk disini …… ?!”
Si pemuda menggeleng …….. lemah …… mengangkat bahunya ……
“ Tidakkah ini menyakitkan ?!”
ia menggeleng
“ Tidakkah ini berat bagimu …… ?!”
ia menggeleng …… lagi ….
“ Tidakkah angin ini terlalu kencang bagimu …… ?!”
Pemuda tersenyum, membelai lembut rambut sang kekasih di bahunya ……
“ Tidak cukup kuat untuk menggoyahkan hatiku “ ada keyakinan dalam kalimatnya ini ..
Sang-kekasih
cenung sesaat, mata bulat bagusnya ….. kini mulai berkaca-kaca, dia
menangis ….. ia memeluk pemudanya ini …. erat, semakin erat …….. seolah
takut kehilangan ………………..
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
“ Tunggulah disini, sebentar saja ……… aku akan kembali ….”
Si kekasih bangkit dari duduknya ……. memeluk, matanya masih berkaca-kaca
“ Jangan menagis lagi …..!”
Kekasih mengangguk …… dan mulai berlari, cepat, sangat cepat …….. ia ingin segera kembali ke sini ……
segera
kembali ………. ( Tunggu aku sayang, tunggu aku …………)
2
Kenapa bulan begitu teduh ? begitu biru ………..?
Kenapa mentari hangat dipagi hari ?
Kenapa embun itu sejuk ?
Kenapa …………………..?
Karena Allah menginginkannya ……….
Seperti ketika,
Kenapa aku begitu rindu padamu ………………?
Kenapa aku begitu mendambakanmu ?
Begitu mencintai dan menyayangimu ?
Tentu karena Allah menginginkannya …………
Ya Allah, terima kasih atas ‘rasa’ yang Engkau berikan ini………………..
Atas takdir yang Engkau gariskan untukku ……………….
Semua ini sangat indah bagiku …………….
Semoga aku adalah hamba yang pandai menjaga nikmatMU ………………
3
Menikmati indahmu………..
Menikmati sejukmu…..
Memberi harap yang indah……..
Memberi hidup……….
Nafas………..
Menikmati lembutmu…………..
Menikmati kasihmu………..
Seperti ketika karunia terbesar diberikan padaku……….
Seperti ketika tiada lagi lara …………….
Tiada lagi duka …………….
Memberi hati ini …………..
Seperti ketika jiwa kembali padaNYA ……
Seperti ketika kerelaan yang pasti ……… hanya untukmu…….
Seperti ketika senyum mengiring mentari terbenam ……..
Seperti indahnya langit bertabur planet dan bintang-bintang …………
Senyaman musyafir dengan seteguk air yang sejuk ……… setelah lalui badai gurun yang panas …….
Ketika harus berkata jujur ………
Ketika semua rasa harus terungkap …………
Takkan kuingkari cintaku ini …………………..
Ya Allah ………… ijinkan aku untuk selalu berada dekat kekasihku …..
Ijinkan aku ……… untuk memilikinya …………….
Kubuat ketika pagi merindukan bulan……….
Ketika hatiku, terlena……….
Ketika aku ingin dekat keksihku ……………..
Untuk kekasihku………… ...................................... Noegroho
Bismillah,
Ini sisi lainnya diriku,
yg ternyata
pengagum cinta juga......
ntah lah ... hari ini sedikit berkabut, sedikit mendung...
sedikit.... merindu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar