Bisnis "Modal Dengkul".... istilah populer yg sering kita denger. Arti harfiahnya kira2 "gak pake duit". Benarkah bisa?
PERLUKAH kita memiliki alat sablon dan keahlian menyablon ketika hendak membuka usaha sablon??
Atau minimal punya uang untuk beli alat sablon dan kursus menyablon??
Ah ternyata tidak menurut sahabatku. Sambil kuliah, di tasnya banyak katalog dan daftar harga beragam produk garmen. Kaos, jaket, kemeja dll. Dari sablon analog, sablon digital sampai bordir.
Dia terkenal di kampus. Hampir semua angkatan, bahkan dari berbagai fakultas memesan seragam padanya. Tak luput kegiatan2 kampus seperti KKN, seminar dan lain sebagainya juga memesan seragam padanya.
PERLUKAH kita memiliki alat sablon dan keahlian menyablon ketika hendak membuka usaha sablon??
Atau minimal punya uang untuk beli alat sablon dan kursus menyablon??
Ah ternyata tidak menurut sahabatku. Sambil kuliah, di tasnya banyak katalog dan daftar harga beragam produk garmen. Kaos, jaket, kemeja dll. Dari sablon analog, sablon digital sampai bordir.
Dia terkenal di kampus. Hampir semua angkatan, bahkan dari berbagai fakultas memesan seragam padanya. Tak luput kegiatan2 kampus seperti KKN, seminar dan lain sebagainya juga memesan seragam padanya.
Hebatnya lagi, dia tdk punya kantor. Cukup ditelepon, dia akan datang. Omzetnya ratusan ribu perminggu bahkan bisa jutaan kalau ada event. Lumayan buat seorang mahasiswa. Bahkan luar biasa menurut saya.
Nah, apa dia mendisain sendiri pesanannya?? TIDAK. Menyablon sendiri?? TIDAK, dia tdk punya tempat apalagi alat sablon. Lalu bagaimana dia mensiasatinya?? dia membawa pesanan2 itu ke tempat saya, hebatnya lagi apakah saya mengerjakan sendiri pesanan dari sahabat saya itu? TIDAK. hahaha
Untuk beberapa jenis pekerjaan seperti sablon analog dan bordir saya punya tempat langganan. Merekalah yg mengerjakan semua pesanan saya. Hasil bagus, harga miring. Inilah yg namanya silaturahim, bahasa bisnisnya kemitraan. Semua untung, semua senang. Harga produknya jadi mahal?? oh tidak, semangat kami sama, " ingin menolong" sambil menjemput rezeky. Soal besarannya tak masalah, yg penting rutin. Daripada untung besar tapi miskin order.
Ada lagi, berbekal halaman luas dirumah ortunya, kawan saya membangun bisnis sewa mobil. Rata2 sekitar 10 hingga 15 mobil parkir disana setiap hari, siap disewakan. wow keren. apa semua itu mobilnya?? oh TIDAK, itu mobil2 titipan org2. Memang untuk disewakan, sistemnya bagi hasil. Antara pemilik mobil dengan teman saya sebagai pengelolanya. Luar biasa. Dia jadi juragan bahkan dengan modal dengkul.
Nah sebenernya gak ada alasan buat takut utk mulai berbisnis. Bahkan dengan modal dengkul. Alasan yg ada hanya karena malas berusaha dan tak nyaman dengan tantangan.
Btw, Ini baru 2 contoh. Sebenarnya msh sangat banyak contoh lainnya.
hmmm...... jadi tunggu apa lagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar